Sabtu, 07 Mei 2011

Bore-up Kawasaki KLX 150S Bore-up Kawasaki KLX 150S menjadi 200 cc!!!! Kawasaki KLX 150S seperti bebek atau skubek Yamaha. Sangat modifable, trik bore up sangat sederhana “Masih menggunakan stroke standar saja bisa 200 cc,” Terlihat dari blok silinder KLX150. Posisi antar lubang baut silinder sangat berjauhan. Memungkinkan untuk menggunakan trik mengganti boring dengan yang lebih gede.Karena Posisi antar lubang baut silinder sangat berjauhan Sehingga bisa dipasangi seher 70 mm,” . Jika menggunakan piston 70 mm bisa caplok punya Yamaha Scorpio dan pasang bos untuk pin piston. Maklum pin piston KLX150 hanya 15 mm, sedang punya Scorpio 16 mm. Dengan piston 70 mm dan stroke standar 54,4 mm bisa menghasilkan kapasitas silinder 209 cc. Namun jika menggunakan piston 70 mm dirasa kelawat gede. Bore x stroke selisihnya sangat jauh. Dikhawatirkan mesin tidak imbang. Namun sah saja bagi yang mau nekat. Lebih aman caplok piston punya Honda Tiger standar yang diameternya 63,5 mm. Masih menggunakan stroke standar, kapasitas silinder bisa 172 cc. Namun untuk sementara riset yang low alias aman saja. Sementara baru pasang piston 60 mm dengan stroke standar. Kapasitas silinder hanya meningkat 153,7 cc. Cukup lumayan dibanding standar yang hanya punya volume bersih 143,6 cc. Berarti naik 10 cc. Dalam main bore up,Bisa pasang piston 60 mm keluaran Thailand untuk variasi Yamaha V-xion. Tapi tersedia pin ukuran 15 mm. Sehingga pas dipasang di KLX150.2489bore-up-klx150-(4).jpg Enaknya lagi klep standar KLX150 sudah lebar. Klep in dan ex sekitar 28/25,5 mm. Cukup mumpuni untuk main bore up. Desain kem standar juga sudah gendut. Kalau diamati sepertinya overlap klep sangat besar. Karakternya seperti motor balap. Namun sayang, karburator KLX150 seperti punya Mio. Menggunakan karbu model vakum dengan ukuran venturi hanya 24 mm.tapi setelah bore up bagusya pakai karbu 26-28 mm model skep biasa. Jika mau lebih enak lagi ganti klep gede. Bisa aplikasi merek EE yang aslinya untuk Mitshubishi Evo. Diameter payung klep isap 31 mm dan buang 25,5 mm. Atau kalau mau lebih murah bisa pakai klep milik Honda Tiger. Namun konsekuensinya harus ganti bos klep dan mengubah posisi sudut bos klep. Selamat mencoba semoga sukses !!!! Sumber : www.otorend.info Diposkan oleh AGUS OC di 09:26 0 komentar Jumat, 16 Oktober 2009 korekan balap mio Korek mio Soul buat balap 150 cc ""Arie Ocktane, pembalap tim Conection ini berhasil raih gelar tertinggi kelas 150 cc Open. Tentu di ajang Pertamax Plus BRT Indotire Matic Race & Party (PPBIMRP) 2009 seri II di Bandung, Jawa Barat. Nyabetnya, bersama Yamaha Mio Soul kelir putih yang punya nomor start 234 ini."" Rahasianya,:seting Soul dibuat bermain di rasio kompresi 13,5 : 1. “Yup. Kompresi itu disesuaikan bahan bakar yang wajib dipakai. Yaitu, Pertamax Plus. Kalau kompresi terlalu tinggi, takutnya malah nggak pas,”. Untuk menerapkan kompresi ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan Agar mantap bermain di kelas 150 cc, maka harus memakai liner alias boring baru agar bisa pake piston diameter 57,25 mm merek FIM BRT. Tanpa menaikan langkah piston alias stroke, dengan pakai piston ini saja kapasitas bengkak jadi 148 cc. Mantapnya lagi dengan konfigurasi ini, mesin jadi hampir square tuh. Pastinya, permainan power bawah dan atas bisa lebih dimaksimalkan lagi tuh. Begitu gas dibuka, tenaga meluncur dari putaran bawah hingga atas secara mulus dan merata. Balik lagi ke kompresi! Piston yang sudah mengadopsi bentuk dome alias kubah tinggi ini, tak langsung dipasang. Ada penyesuaian yang musti dilakukan. “Untuk bagian dome dipapas sekitar 1,2 mm. Tujuannya untuk menurunkan kompresi. Kalau tidak, kompresi bisa main di 14 : 1 lebih,” kalau kepala silinder tidak mengalami papasan. Buat temani gebukan besar dari piston 57,25 mm, klep isap dan buang dipilih ukuran 27 mm (in) dan 23 mm (out). Buat menentukan kapan buka-tutup klep itu, dipercayakan pada noken as Kawahara tipe K2. “Kem tidak ada yang diubah, langsung pasang aja. Untuk klep in, main di durasi 300º. Sedang out, main di durasi 297º” Mantab!

.
Yup .. Katub Buluh RX-Z udah lama sering digunakan ke Raja.. Pengaruhnya sangat terasa pada respon tarikan jadi lebih cepat dibanding pake katub buluh standar Raja. Tentunya setingan karbu juga harus disesuaikan biar lebih mantaf. Apalagi buat mesin2 Raja yg udah dikorek dijamin lebih sip..

Selain katub buluh RXZ, Salah satu katub buluh yg bisa diaplikasikan ke Raja untuk mendapat performa lebih baik adalah katub buluh merek V Force. V Force Adalah merek Katub Buluh Racing yg banyak digunakan untuk kebutuhan balap yang sangat membantu meningkatkan akselerasi juga Horse Power. Katub buluh V Force memiliki design katub buluh yg sangat unik dengan twin ato triple katub dengan karakteristik bermacam-macam disesuaikan dengan karakter korekan raja. Keunikan lain adalah katub buluh V Force bebas dari service penyetelan katub buluh yang pada merek2 lain termasuk katub buluh raja sendiri ada penyetelan secara berkala. Hal tsb dikarenakan V Force menggunakan Material plat katub berkualitas tinggi, saya pernah mencoba menyetel dengan berbagai cara baik ditekuk sampe dipanaskan dikit lalu ditekuk tapi
tetap plat V Force balik ke bentuk asal. Katub buluh V Force dapat diproleh pada toko2 spare racing untuk motor (coba aje ke Bonjer III banyak tuh ada bermacam2 type). Tapi harganya wuiihh mahal bangaaat...

user posted image


Tapi kalo Rekan2 semua gak mau keluar uang buat beli katub buluh V Force ato RXZ, Ato juga gak mau nge-gerus leher intake blok (apalagi blok2 simpenan Y1-Y4), rekan2 Bisa memodif katub buluh RX-King standar ente dengan cara memperbesar ruang katub dengan bantuan bor tuner. Caranya lepas semua plat katub buluh, lakukan perbesaran sedikit-demi sedikit tapi harus merata, dan pada finishing akhirnya harus dipoles biar halus agar performa katub buluh tetap maksimal. Tunering katub buluh termasuk pekerjaan halus jadi buatlah sebaik mungkin dan serapi mungkin. Lalu pasang kembali semua katub trus pasang kembali ke intake, lakukan seting karbu untuk mengimbangi pasokan suply bahan bakar yg lebih banyak karena ruang dikatub buluh menjadi lebih besar. Terakhir kalo udah setingan mangtaf, tinggal di-test pada rabu malem bareng boykhe dan rekan2 yg laen di kemayoran... dijamin gak kalah maut ma yg pake katub buluh RXZ ato V Force...
lyos
kalo pakai katub buluh hattori (ninja) kan bs yah? mesti harus ngerubah bentuk, yg mau saya tanyakan performancenya lebih mantaff mana menggunakan katub buluh (valve) hattori atau RXZ, trus brp harga valve RXZ?

thanks
D 12 4 6 O N
nrii... ada yg nanya kyk semalem nohh...
terangin gih.. gw gak bs neranginnya...
henri_k_id
yup.. betul katub buluh ninja bisa diaplikasikan ke Raja cuma harus dimodif plat katubnya ato ada jg yg dibuang satu pada plat katubnya, Demikian juga Katub suzi RGR penyesuaian pd baut dll.

Saya pribadi sih belum pernah membenchmark ato melakukan uji perbandingan di katub RXZ dan Ninja kalo diaplikasikan ke Raja. Tapi kalo dibandingkan dengan performa katub buluh standar Raja Ya memang katub RXZ dan Ninja lebih maksimal, apalagi untuk Raja korekan.

harga katub RXZ udah dikasih tau diatas yaitu sekitar Rp.350 rebu.

Untuk modifikasi katub buluh kita bisa berpatokan pada prinsip kerjanya. Prinsip kerja katub buluh itu hampir sama dengan Klep pada motor 4Tak. Dua-duanya sama2 berfungsi mengantarkan lalu lintas pasokan suply bahan bakar ke ruang bakar. Bedanya klep berfungsi mengantarkan pasokan suply bahan bakar juga membuang hasil pembakaran ke exhaust, sedangkan katub buluh hanya mengatur pasokan searah saja setelah itu sesuai gerak piston dia menutup. Modifikasi untuk meningkatkan performance pada keduanya juga sama yaitu 1. pada motor 4tak digunakan Klep uk. Besar pada 2tak menggunakan ato dimodif agar ruang katub lebih besar, agar pasokan bahan bakar lebih banyak. 2. mempercepat kerja per klep ato mengganti per klep lebih keras agar pasokan suply bahan bakar dapat cepat masuk maksimal tanpa ada yg terbuang demikian jg pada plat katub buluh digunakan katub yg agak keras agar cepat membuka dan menutupnya. Bahan pada plat katub sendiri macem2 ada yg menggunakan plat besi, plat fiber dan untuk merek2 racing menggunakan carbon fiber. Nah kali aja ada rekan2 yang nyoba eksperimen2 baru pada katub buluh biar performanya makin maksimal.. kalo sukses eksperimennya jgn lupa posting disini yah...
APA ITU RASIO KOMPRESI?
Para engineer atau tuner kerap memfokus diri dalam tuning mesin 4 tak menuju langsung pada cylinder head. Salah satunya adalah, ruang bakar, atau bahasa jawanya combustion chamber :)
So… apa kaitan ruang bakar dengan tenaga? Oh pasti ada… besaran ruang bakar ini nantinya akan sangat menentukan dalam tugas menampung emulsi udara-bahan bakar yang sudah dihisap oleh piston kemudian dipadatkan di kubah ini sebelum akhirnya diledakkan busi.
pernah dengar orang berkomentar tenaga mesinnya semakin padat…? Yup, bisa jadi karena memang combustion chamber dapat dimanfaatkan dengan optimal. Kubah ruang bakar tentu memiliki volume sendiri, sedangkan kapasitas mesin merupakan volume pembanding. Seberapa banyak volume kapasitas mesin mampu dipadatkan di ruang bakar hingga seper-sekian bagian inilah yang disebut rasio kompresi.
Contoh sebuah mesin bebek dengan kapasitas mesin 100 cc, sedangkan volume ruang bakar adalah 10 cc dimasukkan dalam rumusan rasio kompresi adalah
(Kapasitas mesin / Volume ruang bakar ) + 1
= (100 / 10 ) + 1
= 10 + 1
= 11 : 1
Yahhh itu mah rumus sederhana aja, kalo mau rumus ribet coba cari di wikipedia, kompresi rasio dihitung pake rumus…
\mbox{CR} = \frac { \tfrac{\pi}{4} b^2 s + V_c } {V_c}, dimana
b = diameter piston
s = panjang stroke
Vc = volume ruang bakar + volume paking cylinder head.
Ini adalah rumusan minimum, kalau mau lebih detail sebenarnya volume pembanding tidak hanya ruang bakar, melainkan juga : Cylinder Head Combustion Chamber, Tebal Gasket, Deck Clearance, Ring Kompresi terhadap Piston, Dan Dome Piston. Huahahahaha… Ini nih kepusingan berawal :)
Mau dihitung satu-satu? Capee… deh, coba bayangin kita pakai piston Izumi high dome dengan coakan klep dalem, hitung berapa volume jenong pistonnya…? Mending ngisep rokok sambil ngopi daripada botak mikir itu hehehehe…
Saya bilang teknik menghitung seperti wikipedia yang ribetz ni ga selamanya efektif, bagaimana jika piston memiliki permukaan highdome, ada yang bisa menghitung volumenya, yah… walaupun bisa tapi kok ya menyusahkan diri sendiri seandainya piston seperti foto dibawah ini
Jaahhh… bikin males belajar matematika tu ya gara2 rumus ribet ini. Mending ketika blok dan cylinder head terpasang, posisikan piston pada TMA, lepas lubang busi kemudian suntikkan cairan untuk mengukur volume ruang bakar. Inilah rumus ruang bakar riil dibandingkan yang harus mengukur dan menghitung satu per satu.
Ngomong-ngomong dah pada bisa nge-hitung volume kapasitas mesin kan?
VOLUME MESIN = ( Phi * Bore * Bore * Stroke ) / 4,000
Phi adalah konstanta bernilai 3.1416
Bore adalah diameter lebar piston dalam satuan milimeter
Stroke adalah langkah piston bergerak dari TMA ke TMB dalam satuan milimeter
Volume mesin akan diperoleh dalam satuan centimeter cubic alias CC
Contoh, sebuah mesin dengan diameter piston 53.5mm, serta panjang langkah piston 54mm, akan memiliki Volume Silinder sebesar 121.4 CC
Nah setelah kapasitas mesin didapat, baru ukur volume kubah ruang bakar, finally diukur deh rasio kompresinya.
Mengejar Kompresi tinggi
Mengejar Rasio Kompresi tinggi
Ingat memang meningkatkan kompresi adalah sebuah cara paling efektif dan mudah untuk meningkatkan keluaran tenaga pada mesin naturally aspirated (non-Turbo). Namun, kita tentu saja tidak bisa langsung meningkatkan kompresi tanpa memikirkan batasan bahwa semakin tinggi nilai kompresi maka bahan bakar yang dibutuhkan mesin juga harus beroktan tinggi.
Jika kamu bisa memperoleh racing fuel, maka mainkan rasio kompresi hingga diatas 15 : 1, bahkan kamu bisa pakai rasio lebih tinggi jika memakai alcohol, ingat Drag NHRA yang mobil dragnya mirip formula, tuh semua pada pemabok heheheh.. kan mimik alkohol. Kumat ngelantur…
Papas noken as, timing dan durasi, airflow, volumetric efisiensi, aliran di porting, dan banyak kombinasi dari berbagai faktor berpengaruh besar terhadap kompresi dan sang maut yang mengancam nyawa mesin - DETONASI -
Detonasi
Dapat dipahami sebuah kondisi yang menyebabkan bahan bakar meledak - bukan terbakar dengan cepat - Parah! Biasa terjadi pada mesin dengan beban tinggi dan kecepatan tinggi, kerusakan detonasi bisa mengalahkan bearing-bearing seperti di kruk as yang jika sudah tidak balance bisa-bisa melintir tuh kruk as.
Kecepatan bahan bakar normal berada pada 23 - 56 meter tiap second. Semakin tinggi nilai oktan, semakin lambat kecepatan rambatnya. Sebuah percikan busi membutuhkan waktu 0.003 detik untuk melakukan sebuah pembakaran sempurna, jadi bisa menghitung kan berapa RPM batasan mesin biar gak Detonasi ^_^

Minggu, 05 April 2009

Kepada Yth,
Bapak / Ibu Personalia
PT. YAMAHA MOTOR
Jl.permata 1 Lot BB-I Kawasan Industri
Karawang 41361 Sehubungan dengan saat ini saya baru tamat sekolah dan belum belum mempunyai pengalaman bekerja,
Maka bersama ini saya memberanikan diri untuk mengajukan lamaran pekerjaan ketempat Bapak / Ibu sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan di perusahaan bapak / ibu, besar harapan saya untuk dapat diterima ditempat bapak / ibu pimpin sekarang, untuk itu saya tulis data-data saya sebagai berikut;
Nama : TRI PURNOMO
Tempat / tanggal lahir : Jakarta, 28 Januari 1988
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Alamat : Jl.cililitan besar RT008RW003 NO:43
Jakarta Timur 13650 Telp.02193135794 / 085692960548
Pendidikan : SMK Angkasa halim perdana kusuma jakarta timur
Dan untuk melengkapi persyaratan yang ada bersama ini saya lampirkan sebagai bahan pertimbangan bagi bapk / ibu, yaitu,
1. Pas Foto 4×6
2. Copy KTP
3. Copy Ijasah SMK Kencana Jakarta
4. Copy SKCK
5 Copy Kartu Kuning (Pencari kerja)
6Daftar Riwayat Hidup
Hal lain yang perlu kami sampaikan adalah, kesehatan saya sangat baik, sopan dan humoris. Bersedia bekerja keras.
Demikian lamaran ini saya buat, atas kebaikan hati dan kebijaksanaan bapak / ibu saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Tri purnomo


DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data pribadi
Nama : TRI PURNOMO
Tempat tanggal lahir : Jakarta, 28 Januari 1988
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Alamat : Jl.cililitan besar RT008RW003 NO:43
Jakarta Timur 13650 Telp.02193135794 / 085692960548.
Pendidikan : SMK Angkasa halim perdana kusuma jakarta timur
Pendidikan
1. SDN 04, Jakarta timur Tamat 1995- 2001
2. SMP AL MUKHLISIN, Bogor Tamat 2001- 2004
3. SMK KENCANA, Jakarta Tamat 2004 - 2007
Hormat saya,
Tri purnomo

Sabtu, 04 April 2009

2008-12-24 16:11:01 675karisma-drag-axl-1.jpgBoleh percaya boleh enggak! Honda Karisma milik Jhony yang sekarang tambah berkarisma ini, jajal tarung di event resmi drag 201 meter kelas FFA s/d 250 cc. Mahal, eh, malah katanya juga sempat mencatat best time!

“Ya, catatan waktunya tembus 8,4 detik. Padahal, lawannya motor sport seperti Honda Tiger atau lainnya,” bilang Jhony yang mau dipanggil Jhony doang ini. Begitunya, para lawan pun sempat ragu kalau tunggangannya kalah sama bebek lambang sayap mengepak itu. 678karisma-drag-axl-4.jpg

Catatan waktu terbaik itu, tembus di heat pertama. Dan menempatkannya di posisi satu. Sayangnya, di heat kedua! Best time melorot jadi 8,6 detik dan posisi pun turun jadi ke-4. “Itu karena motor melintir saat start,” kata Jhony.

Ya, enggak apa deh! Tapi di next event harus balas dan jadi juara ya! Begitunya, Karisma racikan Man’s Speed ini tergolong kencang buat arena 201 meter! Boleh dong kalau rahasia tembus 8,4 detik itu diungkap!

“Boleh saja. Paling istimewa di motor ini, bagian kepala silinder. Terutama, noken-as,” bilang Herman Pieters, pemilik bengkel di Jl. Raya Jati Bening, Gg. Masjid, No. 16, Jati Kramat, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Karena doi sebut noken-as, berarti mulai dibuka dari situ aja ya? Oke! Buat terapkan putaran kem cepat dan tinggi, maka buat klep in dipakai durasi 306º. Sedang buat klep buangnya, dikasih durasi 308º.

677karisma-drag-axl-3.jpgAngka ini, tergolong ekstrem ya! Maklum, kan motor digeber buat sekali jalan doang! “Jadi, enggak perlu mikir power bawah banget! Tak seperti di motor road race yang juga butuh kombinasi atas-bawah,” sebut Man, panggilan Herman.

Tingginya durasi klep ini punya konsekuensi lain. Yaitu, klep mudah floating alias ngambang. Buat menutupinya, mekanik ramah ini mengaplikasi klep dan per klep milik mobil! Enggak tanggung, ukuran payung klep pakai diameter 35 mm buat klep masuk dan 30 mm buat klep buang.

Sayangnya, Man tak tahu klep itu milik mobil apa. Karena klep itu dapat di tukang bubut kenalannya. Beda sama per klep. Kalau per klep, mengambil milik Toyota Vios. Tapi pegas penjaga naik-turunnya klep itu disesuaikan lagi dengan kepala silinder Karisma.

“Penyesuaiannya hanya sebatas memotong satu ulir pegas, karena buat diameternya masuk ke bagian head Karisma,” bilang Man. Nah, dengan dua bagian ini, Man gak perlu khawatir kompresi bocor atau klep bakal floating. Selain per lebih keras, semburan bensol dan udara ke ruang bakar juga mantap! Sama halnya dengan tersalurnya tenaga ke roda belakang. Enggak selip karena pakai kampas kopling BRT,” tambah Man!

Ngacir Cuy!

KOMBINASI PISTON DAN KNALPOT676karisma-drag-axl-2.jpg

Biar gebukan kompresi di ruang bakar menjadi 15,2 : 1, Man mengaplikasi piston Izumi 66 mm yang punya pen piston 13 mm. Makin mantap lagi, stroke juga naik 3 mm. Itu berkat pen piston yang dipasang di kruk-as yang disuplai BRT alias Bintang Racing Team.

Kompresi padat nan tinggi di ruang bakar itu, terbuang sempurna lewat aplikasi saluran buang Ahau Motor. “Knalpot ini, model baru! Diameter pipa lebih besar, hampir sekitar 30 mm,” ungkap Herman sembari memuji performa knalpot itu.

0 komentar:

Poskan Komentar